Haji Udin, Eks Juragan Saya
BAKRI Udin, nama lengkapnya. Karena sudah naik haji, maka orang memanggilnya "Haji Udin". Seringkali ia disapa "Haji" saja.
Haji Udin asli Makassar. Tapi di Kalimantan Timur, ia sudah puluhan tahun. Memperisteri seorang perempuan Kutai, beranak lima, dua diantaranya sudah kawin dan beranak pula.
Umur Haji Udin, entah berapa. Mungkin di atas angka lima puluh. Di telinga saya, bicaranya sering tak jelas. Kata-katanya kelewat cepat mengalir. Sebab itu, ketika masih jadi kulinya, saya sering minta beliau mengulangi kata-katanya pada saat berbicara.

Pernah suatu kali saya dimarahi olehnya. Pasalnya, hasil kerja saya sebagai tukang amplas -menurut beliau- sangat mengecewakan. Amplasan saya kasar. Kerja lambat pula. Rencana kenaikan gaji pun urung terlaksana.
Bidang usaha Haji Udin tak cuma ukiran Dayak. Ia bisnis barang antik, kerajinan manik-manik, anyaman rotan, sampai usaha pencucian mobil. Tak heran bila rumahnya di kawasan Teluk Lerong di Tepian Mahakam berdiri menjulang dengan tiga lantai. Mobilnya ada tiga. Ia punya showroom di Bali. Ia mengunjungi beberapa negara untuk urusan ekspor kerajinan maupun barang antik. Ia menerima Upakarti pada masa Pak Harto. Foto ketika ia bersalaman dengan Pak Harto, dipasang berjejer dengan piagam-piagam penghargaan lain yang juga ia raih.
Tapi pernah ia ditipu orang. Kerugian yang dideritanya mencapai beberapa ratus juta. Penipuan ini berhubungan dengan bisnis barang antiknya. Lalu ia sempat stroke.

Sebenarnya, lumayan juga kalau bisa menjadi menantu Haji Udin ini. Punya mertua tajir, siapa takut? Dua orang anak perempuannya belum menikah. Yang satu lulusan STIE YKPN, Jogja. Satunya lagi masih kuliah di Jurusan HI, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. Sayang, saya sudah punya isteri...
[Terima kasih kepada Margareth Sarita aka Anggie dari Tribun Kaltim atas pinjaman kameranya. Terima kasih untuk Siti Munawaroh dari Bisnis Indonesia, yang sudah bersedia menemani jalan-jalan ke tempat di mana saya pernah bekerja ini. Juga, untuk potret-potretnya. Buat Haji Udin, maaf, saya pampang wajah Anda. Semoga tambah kaya, amin.]


0 Comment Ente:
Post a Comment
<< Home