NO explanation. Sayang, memang. Biarlah, yang penting fosil kayu. Yang namanya fosil, tentu paling tidak telah berumur sekian ratus tahun. Perhatikan penampilannya yang sudah membatu.
"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung". Di provinsi ini, saya pendatang belaka. Asal Magelang [Jawa Tengah], merantau ke Jogja, Bali, Bandung, lalu menyeberang ke pulau sejuta misteri ini: Kalimantan. Saya tertarik pada model atap dan bangunan Kalimantan Timur. Saya pun kagum akan berbagai karya seni yang dihasilkan para perajin dari daerah ini. Arsitektur, seni pahat, manik-manik, anyam rotan, serta bentuk seni rupa lainnya. Semoga, tak ada kata "sia-sia". Terima kasih, Banua Etam. Dari seorang gelandangan-pendatang: Sahrudin.
0 Comment Ente:
Post a Comment
<< Home