Monday, November 27, 2006

Museum Kayu ~ Digergaji

"DIGOROK pengunjung," kata lelaki penjaga Museum Kayu. Semula, oleh pihak museum, gergaji itu sebenarnya hanya diletakkan di atas kayu besar itu. Maksudnya, untuk menunjukkan alat tradisional yang dipakai penebang sebelum populernya alat-alat bermesin.

Nah, ada pengunjung yang iseng. Mungkin, ia ingin merasakan bagaimana enaknya menggergaji kayu.

Kok, bisa tidak ketahuan?

Lha, museumnya dua lantai, tapi penunggunya cuma seorang. Lelaki itu pun lebih sering berada di lantai satu: duduk di kursi di teras museum, menariki uang masuk dari pengunjung.

Tapi, tidak masalah. Justru dengan begitu, orang akan tahu bahwa gergaji, ya, gunanya untuk memotong kayu. Bukan leher.

0 Comment Ente:

Post a Comment

<< Home